Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait adanya biaya tambahan di kawasan Air Terjun Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pihak pengelola menyampaikan klarifikasi terkait selfie point.

Fasilitas tersebut merupakan fasilitas tambahan di luar tiket masuk kawasan wisata. Pembatasan jumlah pengunjung pada fasilitas ini dilakukan terutama untuk menjaga keselamatan pengunjung. Selfie point tersebut merupakan bangunan berbahan kayu dengan ketinggian sekitar 7 (tujuh) meter dari permukaan di bawahnya, sementara area di bawahnya merupakan permukaan berbatu. Karena itu, jumlah pengunjung yang berada di atas fasilitas perlu dibatasi agar tidak terjadi over capacity atau kelebihan beban yang dapat meningkatkan risiko kerusakan fasilitas maupun kecelakaan, termasuk risiko pengunjung terjatuh dari ketinggian.

Biaya tambahan yg dibebankan pengunjung juga digunakan untuk biaya pemeliharaan dan pergantian secara berkala. Material kayu yang mulai lapuk atau mengalami kerusakan akan diganti agar fasilitas tetap aman digunakan. Petugas yang menarik pungutan juga memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan kawasan, di sekitar Benang Kelambu agar kawasan tetap bersih, indah, dan nyaman dikunjungi pengunjung.

Sementara untuk toilet atau kamar mandi, diperlukan biaya untuk mendukung kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta operasional petugas yang setiap hari bertanggung jawab membersihkan dan merawat fasilitas tersebut. Pada prinsipnya, biaya layanan tambahan tersebut dimaksudkan untuk mendukung keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas wisata, bukan untuk membebani pengunjung. 

“Adanya pembayaran tambahan setelah pengunjung membayar tiket masuk dapat menimbulkan pertanyaan, terutama apabila informasi mengenai jenis layanan dan tarif belum tersampaikan dengan jelas. Oleh karena itu, ke depan kami akan memberikan informasi yang lebih jelas dan transparan mengenai jenis layanan, tarif, serta peruntukan biaya di tempat pembelian tiket sehingga pengunjung dapat mengetahui sejak awal mana yang termasuk dalam tiket masuk dan mana yang merupakan layanan atau fasilitas tambahan yang bersifat opsional”, ungkap salah seorang pengelola air terjun.

Sebagai informasi, biaya layanan tambahan tersebut relatif sangat terjangkau, yaitu Rp2.000 per orang untuk penggunaan selfie point dan Rp2.000 per orang untuk penggunaan toilet/kamar mandi. Kami menghargai setiap kritik dan masukan dari masyarakat maupun wisatawan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan di Benang Kelambu semakin baik, transparan, aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung. 

Namun, kondisi di lapangan juga perlu dilihat secara utuh. Kebijakan biaya Rp2.000 untuk toilet ini muncul dari pengalaman pengelola dalam menjaga fasilitas tersebut. Sebelum kebijakan ini diterapkan, kondisi toilet sering kali tidak terawat dengan baik, masih kotor, beberapa fasilitas mengalami kerusakan, dan cukup banyak keluhan dari pengunjung, meskipun petugas kebersihan sudah diberikan upah secara bulanan. Karena itu, pengelola mencoba mencari pola pengelolaan yang lebih efektif dengan menempatkan petugas yang secara khusus bertanggung jawab menjaga, membersihkan, dan merawat toilet. 

Biaya Rp2.000 tersebut sama sekali tidak masuk kepada pengelola, tetapi sepenuhnya diberikan kepada petugas yang bertanggung jawab atas kebersihan dan perawatan toilet. Jadi, kebijakan ini bukan semata-mata untuk mengenakan biaya tambahan kepada pengunjung, tetapi merupakan upaya mencari solusi atas persoalan kebersihan dan pemeliharaan toilet yang selama ini sering dikeluhkan. Dari sisi pengelola, mekanisme ini dinilai cukup efektif karena persoalan kebersihan toilet dapat lebih terkontrol, pelayanan kepada pengunjung menjadi lebih baik, sekaligus membantu mengurangi beban biaya operasional pengelolaan fasilitas tersebut.